Minggu, 03 Juni 2012

Andaliman Dari Tanah Batak - Sumatera Utara


Buah Andaliman

Bumbu Makanan Khas Batak Yang Belum tersentuh teknologi dan ilmu pengetahuan

"andaliman lebih terkenal di Asia seperti di China, Jepang, Korea, dan India. Sebutan kerennya szechuan pepper."
Salah satu jenis rempah yang pemanfaatannya hingga sekarang masih sebatas komoditas primer adalah andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC). Di Indonesia, tumbuhan rempah yang satu ini hanya terdapat di Kabupaten Toba Samosir dan Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada daerah berketinggian 1.500 m dpl.
Selain di Sumatera Utara, andaliman yang masuk dalam famili Rutacea (keluarga jeruk-jerukan) terdapat di India, RRC, dan Tibet. Bentuknya mirip lada (merica) bulat kecil, berwarna hijau, tetapi jika sudah kering, agak kehitaman. Bila digigit tercium aroma minyak atsiri yang wangi dengan rasa yang khas-getir-sehingga merangsang produksi air liur.
Sesungguhnya andaliman lebih terkenal di Asia seperti di China, Jepang, Korea, dan India. Sebutan kerennya szechuan pepper. Prosea menyebutkan andaliman sebagai tumbuhan asli China. Di negeri Tirai Bambu itu andaliman dicampur untuk makanan mapo-berkuah. ‘Masyarakat Sin Jiang muslim menggerus andaliman dengan lada, ketumbar, dan garam. Semuanya disangrai-lalu dijadikan cocolan daging panggang,’ kata Wongso.
Di Jepang dan Korea andaliman dijadikan hiasan atau dipakai menambah rasa pedas pada sup dan mie. Masyarakat Gujarat, Goa, dan Maharashtra di India selalu menyelipkan andaliman sebagai bumbu ikan. Nah, karena banyak yang menyukainya, andaliman tak hanya dijajakan di pasar tradisionalseperti Pasar Senen di Jakarta Pusat-seharga Rp50.000/kg-tapi ia sudah menembus negeri Abang Sam. Di sana khususnya di Asian Food Store, andaliman dijual seharga US$14,99 per ons setara Rp140.990/ons.
Tanaman Andaliman
Tanaman Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) ditemukan tumbuh liar di daerah Tapanuli dan digunakan sebagai rempah pada masakan adat Batak Angkola dan Batak Mandailing. Banyak tumbuh di tanah kering di dataran tinggi dan rendah. Tanaman yang satu ini merupakan komoditi pelengkap masakan khas orang Batak. Berbagai jenis masakan khas Batak seperti sangsang, na niura, na tinombur, atau arsik, rasanya tidak klop tanpa kehadiran andaliman.
Andaliman tumbuh sebagai pohon berbatang kuas, bukan merambat. Batang – batangnya berdahan banyak, daunnya kecil-kecil, mirip seperti bunga mawar. Di sekujur batang, ranting, dari bawah ke ujung dipenuhi duri-duri yang tajam, seperti duri mawar. Namun duri andaliman lebih besar dan kokoh. Tinggi pohon rata-rata 2-4 meter, jarang lebih dari 5 meter. Usia produktif kurang dari 7 tahun.
Buah andaliman muncul dari antara duri-duri itu, lazimnya diapit duri-duri, buah tumbuh di antara duri. Memetik andaliman perlu konsentrasi tinggi. Karena banyaknya duri. Buahnya kecil-kecil, butirannya lebih kecil dari merica. Buahnya bertangkai, lebih mudah membayangkan seperti leunca, kalau di Tatar Sunda. Ukuran andaliman kira-kira seperduapuluh leunca.
Kalau masih muda, buah berwarna hijau, dan matang berwarna merah. Dan kalau kering, hitam. Buah andaliman yang baru dipetik sebaiknya dibungkus daun pisang, sebab kalu dibiarkan terbuka, akan cepat rusak. Buahnya langsung berubah hitam, dan pecah-pecah. Biji keluar dari kulit. Menghasilkan satu kilogram andaliman sangat sulit. Memanen satu pohon besar dan berbuah lebat, butuh setengah hari.
Memanen andaliman buah perdana biasanya lebih mudah, karena tangkainya lebih panjang-panjang, sehingga lebih mudah memetik. tapi hati-hati, karena durinya biasanya masih runcing-runcing. Hasil panen maksimal buah andaliman sekitar 10-20 kg dalam sehari. Setiap memetik andaliman, tidak ada jaminan tangan tidak tertancap duri. Sekali kena, getir, perih dan nyeri luar biasa. Tidak saja sakit karena terluka, tapi karena terkenal getirnya rasa andaliman.
Manfaat Buah Andaliman
Tanpa andaliman, masakan seperti sangsang atau arsik, rasanya hambar. Ada citarasa spesifik ketika ditumbuk dengan cabai, membuat bumbu masakan menimbulkan aroma dan taste (citarasa) yang mengundang selera makan. Rasa pedas dan aroma andaliman beda dengan pedasnya cabai, sungguh pas di lidah orang Batak yang suka masakan pedas menggigit.
Andaliman diduga mengandung senyawa yang mempunyai aktivitas sebagai antimikroba dan antioksidan. Di bidang pangan antioksidan digunakan untuk melindungi lemak/minyak terhadap kerusakan oksidatif. Dalam kaitan dengan aplikasinya, aktivitas antioksidan dipengaruhi oleh sistem panganyang merupakan medium bagi antioksidan tersebut. Proses panas yang diterapkan pada pengolahan pangan serta pH makanan turut pula mempengaruhi kestabilan aktivitas antioksidan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak buah andaliman pada berbagai sistem pangan dan untuk mengetahui kestabilan aktivitasnya terhadap beberapa kondisi suhu dan pH.
Aktivitas antioksidan ekstrak buah andaliman dalam sistem minyak juga lebih rendah dibandingkan BHT, yang ditunjukkan dengan waktu induksi rata-rata 7.29 jam untuk ekstrak etanol, 7.02 jam untuk ekstrak heksana-etanol, 8.18 jam untuk BHT clan 6.19 jam untuk kontrol. Komponen yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan pada ekstrak buah andaliman bersifat relatif tahan panas. Pada pengujian dalam sistem aqueous, perlakuan dengan suhu 175°C selama 120 menit menurunkan faktor protektif sekitar 17 persen untuk ekstrak etanol clan 13.6 persen untuk ekstrak heksana-etanol.
Buah andaliman juga kaya akan vitamin C dan E yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Diolah dari berbagai sumber

Sabtu, 18 Juni 2011

BETA HITA MARADAT

BETA HITA MARADAT

(Khusus bagi Pemula yang masih belajar mandok hata, bagi yang sudah terbiasa, mohon tidak dikomentari, karena ini saya dapat melalui PENGALAMAN, karena dulu saya tidak berani, tetapi sekarang saya terus terang sudah menantang orang tua yang tidak memberi kesempatan mandok hata kepada yang muda)

Sering kali kita sebagai pemangku marga, enggan ikut maradat, sehingga sering kali hanya istri kita yang berangkat.

Coba bayangkan kalau kita yang punya hajatan, apakah itu tardidi, malua, pesta kawin, paborhat natua-tua, dan acara yang lain lagi, kalau yang datang hanya INA ?

Menurut pengamatan penulis, ada satu hal yang sangat ditakuti Ama kalau ikut maradat, yaitu : sotung disuru mandok hata.

Untuk itu saya memberikan salah satu tips untuk mengatasi ketakutan tersebut, karena hal itu jugalah yang dialami penulis dulu, tetapi sekarang, tidak lagi, sudah berani tampil mandok hata di loloan na torop.

Hamu angka dongan!, salah satu yang kita takutkan kalau disuruh mandok hata, apa lagi pake mic, takut micnya manortori, walau tak ada musik, benarkah demikian? Kalau saya itu saya alami dulu.

Langkah agar mic tidak manortor di tangan kita (tapi harus mau rugi bah):

1. Latihan dirumah megang Mic (Karaoke) di rumah, misalnya di depan istri, anak, atau bila perlu di depan mertua, katakan saja sejujurnya latihan mental agar tidak takut maradat. Pasti istri, anak apalagi mertua akan sangat mendukung mendukung.

2. Mulailah munculkan keberanian mengungkapkan sesuatu yang biasa saja sambil memperhatikan Mic-nya joget atau tidak.

3. Kalau sudah tidak manortor lagi Mic ditangan kita, mulailah berpikir bahwa kalau kita maradat harus berani mandok hata, soalnya apa yang akan kita katakana pada acara tersebut

Mandok hata di ulaon adat.

Dalam hal mandok hata di ulaon adapt, manang adat dia pe, umpasa (bukan umpama) hanya 3 bait yang perlu kita ungkapkan, tergantung acara / ulaon adat yang kita ikuti.

Hati-hati, kata orang tua yang sudah pakar jadi Raja Parhata, pantang bagi orang batak kalau 2 bait saja umpasa (Bilangan dua katanya kurang baik dalam falsafah Batak, kenapa ? Itu kata mereka aku pun belun tau (Bagi orang tua kami yang tau tolong ajari kami yang muda).

Yang boleh : 1, 3, 4, 5 dan seterusnya.

Bagi kita yan muda, waktu itu uang, karena masih banyak lagi orang lain mau mandok hata, jadi cukup 3 umpasa saja. Itu pun kata guruku sudah HEBAT.

3 umpasa berikut, dapat kita ungkapkan dalam acara apa pun (Umpasa serba masuk)

  1. LOMAK MA SILINJUANG, LOMAK SO BINABOAN

TUDIA HAMU MANGALAKKA , SAI TUSI MA DAPOTAN PANGOMOAN

  1. BALITTANG MA PAGABE, TUMANDAKHON SITADOAN

ARITTA MA GABE AI DENGGANG MASIOLOAN

  1. SAHAT SOLU, TINOGU TU BOTTEAN

LELENG HITA MANGOLU SAHAT MA GABEAN (Yang ditulis = cara membaca)

Praktis kan ????????????????????? Ya sudah...........selesai tugas kita. Kita sudah mulai hebat. Kalau istri atau mertua mendengarnya pasti sudah senyum.....................

soal preambulnya, ya..... biasa saja, mau pake bahasa Batak, bahasa ndonesia, kalau kita kurang pasih berbahasa Batak, atau Bahasa Campur sari itu tidak jadi persoalan. Yang penting KITA TETAP TENANG MENGUCAPKANNYA, JANGAN SAMPAI KETAHUAN KITA MENGHAFAL.

Apa lagi teman, hafalkan umpasa yang tiga itu mulai sekarang. Umpasa Serba Masuk


Kalau sudah dicoba dan mantap, tambahkan perbendaharaan umpasanya, tapi ingat : Umpasa harus sesuai dengan acara adat yang diikuti. Horas......Horas.....Selamat mencoba.


.

Jumat, 17 Juni 2011

TAROMBO/SILSILAH

TAROMBO NAMI:

  1. Toga Nainggolan
  2. Toga Sibatu
  3. Toga Parhusip
  4. Tuan Marnaning
  5. Namora Jollung
  6. Namora Sobiason
  7. Tuan Saribupasir
  8. Tuan Pasir Lando
  9. Silindi ni Aek/br Panjaitan
  10. Girsang Doriangin/br Manurung
  11. Girsang Matabun
  12. Toga Uluan
  13. Namora Sobiason (mambuat Goar di Oppu i muse)
  14. Namora Tanda
  15. Namora Sakti
  16. Op. Lontung (Tuan Sinamir)
  17. Op. Tua Uma
  18. Op. Bota
  19. Op. Rambang
  20. Op. Jombong/br marpaung
  21. Badia/br Sitorus
  22. Hombar Natanael/br Sitorus
  23. Luddin Robinson/br Sitorus
  24. Robert Nainggolan/br Sitorus*
  25. Daniel, Timotius (Dua Anak) dohot 3 boru(Melva Naomica, Tessalonika, Maria)

CARA NAIK PANGKAT GURU KE IV/B TANPA PENELITIAN

INFO PENTING !

GURU BISA NAIK PANGKAT KE IVB BUKAN HANYA MELALUI BIKIN PTK

Pengumunan untuk para guru (tapi sebenarnya guru juga udah tahu), untuk naik pangkat dari IVa ke IVb dan seterusnya tidak mesti membuat karya berupa Laporan Penelitian Tindakan Kelas.

Bisa saja para guru menilaikan karyanya yang berupa Diktat (dapat nilai 1, kan bisa bikin beberapa diktat), Alat Peraga (dapat nilai 0,5, kan bisa bikin banyak alat peraga, bisa poster, model, power point yang ditempel Film dan animasi atau lainnya), Karya Teknologi Tepat Guna (dapat nilai 5, bisa berupa Alat Pendidikan/Praktikum, Alat Pengolah yang bermanfaat untuk masyarakat, dan Media Pembelajaran berbasis komputer yang berupa Film dan Animasi Flash untuk satu semester), yang kesemuanya itu cukup menuliskan Laporan Pembuatan dan Penggunaannya disertai dengan Foto Pembuatan dan Penggunaan, atau kalau produk komputer kan bisa dikirim karyanya berupa CD pembelajaran.

FORMAT LAPORAN KARYA PENGEMBANGAN PROFESI NON KTI

Karya pengembangan profesi guru non KTI (Alat Peraga, Alat Praktikum, Karya Teknologi Tepat Guna dan Karya Seni) dapat digunakan sebagai syarat kenaikan pangkat guru dari IV/a ke atas, sebagaimana karya tulis ilmiah. Yang penting ditulis laporan pembuatannya dengan format sebagai berikut :

- Halaman Judul

- Kata Pengantar

- Halaman Pengesahan

- Daftar Isi

A. Jenis : Alat Peraga/ Alat Bimbingan/ Karya Teknologi/Karya Seni (pilih salah satu aja ya!!!)

B. Judul (Nama Alat Peraga/ Nama Karya Teknologi/ Nama Karya Seni)

C. Tujuan

D. Manfaat

E. Rancangan (Gambar rancangan atau diagram alir, alat dan bahan yang digunakan)

F. Prosedur Pembuatan dilengkapi foto pembuatan.

G. Prosedur Penggunaan dilengkapi dengan foto penggunaan.

Paling laporannya 2 halaman (untuk Alat Peraga) atau 5 halaman (untuk Karya Teknologi). Buruan aja dicoba!!!

Weleh-weleh ternyata saat ini banyak guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah yang tidak tahu harus bagaimana setelah pangkatnya Pembina golongan IV/a. Karena selama ini kenaikan pangkatnya sudah diurus oleh Bagian Tata Usaha. Bagi guru yang sudah IV/a maka ada persyaratan khusus untuk naik pangkat ke IV/b yaitu harus mengumpulkan angka kredit dari Kegiatan Pengembangan Profesi sebesar 12. Kegiatan pengembangan profesi bisa berupa nulis Karya Tulis Ilmiah, bikin Alat Peraga, bikin Karya Teknologi Tepat Guna atau Karya Seni. Nah, kalau sudah bikin maka berkas usulan angka kredit bisa dikirim

ke Biro Kepegawaian Bagian Mutasi Guru Komplek Depdiknas Gedung C Lantai 5 Jalan Jendral Sudirman Senayan Jakarta.

Biasanya berkas ini diperiksa dulu oleh guru senior (atau bagi pengawas ya pengawas senior) kalau sudah mencukupi angka kredit dari unsur KBM. Kalau udah diperiksa maka tinggal minta surat pengantar dari Kepala Sekolah atau Kepala Dinas untuk mengantar berkas usulan penilaian angka kreditnya. Semoga jelas dan tidak mampet lagi.